Masa muda yang penuh dengan semangat, jiwa-jiwa membara berlarian ke sana kemari mencari cinta. Masa depan urusan nanti, yang penting bisa menemukan tempat sandaran, menemukan orang yang bisa berbagi senang dan juga pilu. Seseorang yang akan menemani malam juga membangunkan subuh. Memberikan rasa hangat dengan pelukan dan belaian. Karir akan biak-baik saja, mulai semuanya dari nol. Kredit rumah, bayar tagihan bersama, kemudian rencanakan perabotan-perabotan yang akan mengisi ruang-ruang kosong. Aku selalu memikirkan hal indah seperti itu, tanpa memperhitungkan skenario terburuknya. Menyesal, apa aku menyesal? Karena meminta cerai pagi ini? Harusnya tidak. Aku sudah pikir semuanya matang-matang, berbulan-bulan, mungkin sudah beberapa tahun terakhir. Tidak ada alasan kuat untuk tetap melanjutkan hubungan kami, aku bahkan sudah tidak tahu lagi apa masih mencintai dia atau tidak. Mungkin dia akan berpikir bahwa aku selingkuh? Apa harus kujelaskan? Tidak, rasanya tidak perlu. ...